Praja Muda Karana yang siap & sigap berkarya, berkembang, & berbakti pada ibu pertiwi, & terus belajar akan nilai - nilai positif. Racana PSW - RSK selalu sedia "SATYAKU KUDHARMAKAN, DHARMAKU KUBHAKTIKAN"

Minggu, 21 Desember 2008

FENOMENA BARACK OBAMA

Kemarin tanggal 5 November 2008, Amerika Serikat telah memutuskan untuk mengubah sejarah dalam perjalanan negaranya. Presiden Amerika Serikat pertama yang berasal dari ras Africa Amerika berhasil menduduki posisi nomor satu di negara Adi daya Amerika Serikat. Beliau adalah Barack Hussein Obama II atau lebih dikenal dengan nama Barack Obama.

Profile Barack Obama

Barack Obama dilahirkan di Honululu, hawai tepatnya di Kapi’olani Medical Center for Women & Children. Anak dari pasangan Barack Hussein Obama Sr. berasal dari Kenya Afrika dan Ann Dunham seorang kulit putih yang berasal dari Wichita Kansas. Ayah dan Ibu Obama ini bertemu tahun 1960 di Universitas Hawaii dimana saat itu Ayahnya adalah mahasiswa luar negeri. Setahun kemudian, tepatnya 2 februari 1962, mereka menikah. Namun pernikahan ini tidak bertahan lama, ketika itu Barack Obama Jr berumur 2 tahun, Ayah dan ibunya memutuskan bercerai di tahun 1964.

Setelah bercerai inilah Ibu Barack Obama bertemu dengan Lolo Soetoro dan keluarga ini pindah ke Indonesia di tahun 1967. Di Indonesia Barack Obama mengikuti sekolah di Indonesia seperti Asisi, Jakarta hingga umur 10 tahun. Setelah itu Barack Obama kembali ke Honululu dan tinggal dengan nenek dari pihak ibunya. Disini Obama sekolah di Punahou hingga tamat SMA di tahun 1979.

Di masa sekolah, Lolo soetoro kembali ke hawai tahun 1972 untuk tinggal beberapa tahun. Kemudian tahun 1977 Beliau kembali ke Indonesia untuk pekerjaan di bidang antropologi. Di Indonesia pula ia menghabiskan sisa hidupnya, hingga tahun 1994 kembali ke hawaii. Istrinya meninggal dunia karena kanker rahim di tahun 1995.

Saat SMA, Barack Obama mengakui ia pernah terlibat dengan obat-obatan terlarang dan alkohol. Ia menyebutkan periode ini sebagai kesalahan moral terbesar dalam hidupnya. Tamat SMA, beliau pindah ke LA dan melanjutkan kuliah di universitas occidental selama 2 tahun. Kemudian Obama pindah ke Universitas Columbia di New York. Jurusan yang diambil adalah ilmu politik dan spesifik ke hubungan internasional. Tahun 1983, Obama lulus dan kerja di Business International Corporation dan New York Public Interest Research Group.

4 tahun di New York, Barack Obama pindah ke Chicago dan bekerja sebagai direktur Developing Communities Project (DCP), sebuah organisasi berbasis gereja. Obama bekerja selama 3 tahun dari juni 1985 sampai 1988. Disini Obama mencapai sukses kecil dalam hidupnya. Obama berhasil meningkatkan budget tahunan yang membantu kegiatan sosial bagi organisasinya. Periode ini juga Obama mengunjungi eropa untuk pertama kalinya selama 3 minggu dan 5 minggu di Kenya. Di Kenya Obama bertemu dengan familinya untuk pertama kali.

Akhir Tahun 1988, Barack Obama mengikuti kuliah di Universitas Harvard. Di akhir tahun pertamanya, Obama terpilih sebagai editor Harvard Law Review. Ini dikarenakan nilainya dan prestasinya dalam kompetisi menulis. Bulan Februari 1990, Obama mengikuti pemilihan president Harvard Law dan merupakan orang kulit hitam pertama yang mencalonkan diri menjadi president Harvard Law. Hal ini menjadi kegemparan yang luar biasa di Harvard.
Selama liburan musim semi, Barack obama kembali ke chicago dan bekerja di perusahaan hukum Sidley & Austin di tahun 1989 dan Hopkins & Sutter di tahun 1990. Tahun 1991, Barack Obama lulus dengan gelar Juris Doctor (JD) dan mencatat sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang berhasil lulus dengan predikat magna cumlaude. Setelah lulus Obama balik lagi ke chicago.

Barack Obama mendapat tawaran untuk menulis sebuah buku yang berhubungan dengan ras karena kepopulerannya dalam pemilihan presiden Harvard Law lalu. Obama bahkan mendapat segala support dan kantor baru di Universitas Chicago Fakultas Hukum untuk menyelesaikan buku itu. Buku ini direncanakan selesai dalam setahun, namun ternyata melebihi waktu itu. Untuk fokus kepada penyelesaian buku itu, Obama dan Istrinya Michelle pindah ke Bali dan menulis dalam beberapa bulan di sana. Akhirnya naskah buku tersebut berhasil dipublikasikan di pertengahan tahun 1995 dengan judul Dreams from my father.

Dari tahun 1992 hingga 1995 Barack Obama terlibat dalam berbagai kegiatan di bidang politik dan hukum. Diantaranya Illinois Project Vote, mengajar hukum di universitas chicago, bergabung dengan perusahaan hukum Davis, Miner, Barnhill & Galland, pendiri Public Allies, direktur Woods Fund of Chicago dan masih banyak posisi lainnya.

Barack Obama menjadi seorang senator

Perjalanan politiknya dimulai ketika terpilih menjadi senator negara bagian Illinois tahun 1996. Obama memperjuangkan perubahan undang-undang untuk tata susila dan perlindungan kesehatan. Obama juga mendukung pengurangan pajak bagi pegawai kelas bawah, negosiasi perbaikan kesejahteraan, dan menambah subsidi untuk anak-anak.

Dengan prestasinya pada masa jabatan pertamanya sebagai senator, maka di tahun 1998 dan 2002 Obama terpilih lagi menjadi senator. Bulan Januari 2003 Barack Obama menjadi ketua komite Layanan Kesehatan dan kemanusiaan Illinois ketika partai demokrat selalu menjadi minoritas. Partai demokrat berhasil mendapatkan posisi mayoritas. Obama masih memperjuangkan masalah ras dan diskriminasi sosial.

Bulan November 2004, Obama mengundurkan diri dari senat illinois untuk mengikuti pemilihan senat Amerika Serikat. Sebenarnya mulai pertengahaan 2002, Obama sudah menjalankan promosinya untuknya menjadi senat US. Dibantu oleh strategis politiknya, David Axelrod, ia mengumumkan pencalonan diri bulan Januari 2003. Keputusan dari Pemegang jabatan di partai demokrat dan republik untuk tidak mengikuti pemilihan ini telah membuka kompetisi di antara 15 kandidat.

Popularitas Obama meningkat karena iklan Axelrod yang menggunakan gambar dari Mayor Chicago Harold Washington dan dukungan dari anak perempuan Paul Simon, US Senator terkenal dari Illinois. Akhirnya Obama berhasil mendapatkan 52 persen suara, unggul 29 persen dari rival democratic terdekatnya.

Akhirnya 4 Januari 2005, Barack Obama disumpah sebagai Senator US dan merupakan orang kulit hitam kelima yang pernah menjabat jabatan itu. Obama juga merupakan satu-satunya senator US yang menjadi Congressional Black Caucus. CQ Weekly, publikasi non partai bahkan menyebutkan Obama sebagai Demokrat yang loyal. Kemudian National Journal meranking Obama sebagai orang yang terliberal di senator.

Masa Pemilihan presiden Amerika Serikat

Bulan Februari 2007, Obama menyatakan mengikuti pemilihan Amerika Serikat sebagai kandidat presiden dari partai Demokrat. Pernyataan ini dilakukan di depan Old State Capitol, Springfield, Illinois. Pemilihan tempat ini simbolik karena disana juga Abraham Lincoln berpidato “House Divided” tahun 1858.

Selama masa kampanye, Barack Obama mengangkat isu penghentian perang Irak, meningkatkan kebebasan energi, dan menyediakan perawatan kesehatan menyeluruh. Tiga hal ini adalah prioritas utamanya. Dana kampanye meningkat menjadi 58juta USD walaupun ini merupakan sumbangan kurang dari 200USD yang diklasifikasikan sebagai sumbangan kecil oleh UU kampanye. Hal ini pula yang menyebabkan Obama terkenal karena berhasil menggalang dana kampanye dari donasi yang kecil.

Januari 2008, Obama dan Hillary berkompetisi untuk merebutkan posisi sebagai calon dari partai Demokrat. Setelah melalui berbagai macam halangan maupun kontroversi, akhirnya Obama sekali lagi membuktikan bahwa ia berhasil meraih kepercayaan partainya.

Kemudian 23 Agustus 2008, Barack Obama mempublikasikan calon wakilnya, Joe Biden, Senator Delaware. Selain itu Hillary clinton juga mengakui kekalahan dan mendukung sepenuhnya Barack Obama. Di pemilihan presiden antar partai, Barack Obama berhadapan dengan McCain dari partai republic ( separtai dengan Presiden Bush dan memiliki kebijakan yang hampir sama dengan Presiden Bush ). McCain adalah bekas pejuang perang vietnam.

Akhirnya 4 november 2008, Barack Obama mengalahkan McCain dalam pemilihan presiden AS yang ke 44. Barack Obama merupakan presiden Amerika Pertama dari ras Kulit Hitam. Pada pidato kemenangannya di Chicago, Obama mengucapkan kalimat “change has come to America.”. Ia mendedikasikan kemenangannya untuk seluruh warga Amerika Serikat.
Penutup

Barack Obama adalah sosok yang sederhana dan memiliki pandangan demokratis yang bersifat universal. Sosok yang saya pikir bisa menyatukan dan mengubah amerika serikat menjadi negara adi daya seperti masa presiden Clinton, bukan sebagai negara yang suka peperangan seperti yang dilakukan oleh Presiden Bush.

Satu hal yang menarik dari proses pemilihan umum di Amerika Serikat adalah jiwa besar dari kandidat dan pendukungnya. Yang kalah mengakui kemenangan dan mensupport yang menang. Yang menang merangkul yang kalah, sungguh indah demokrasi yang terjadi di Amerika Serikat. Seandainya kita bisa seperti mereka, tentunya tidak ada ribut-ribut dalam pemilihan kepala daerah atau mungkin presiden nantinya.

Hal lain yang dibebankan kepada Barack Obama adalah mengatasi krisis ekonomi Amerika Serikat dan saya pikir dunia pun mengharapkan sesuatu terjadi di Amerika Serikat ke arah yang lebih baik. Karena mau tidak mau krisis yang terjadi di Amerika serikat telah berdampak pada perekonomian di dunia.

Pemilu kali ini juga mencatat sejarah sebagai pemilu dengan pencoblos terbanyak dalam sejarah sejak wanita diijinkan memilih. Untuk itu selamat atas Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

HOT GOSIP Seputar OBAMA

Tuduhan bahwa kandidat presiden AS, Senator Barack Obama, pernah menjalani pendidikan Islam radikal di Indonesia dibantah keras. Pengelola SDN Menteng I, tempat Obama sekolah di Jakarta, mengatakan tuduhan itu tidak berdasar. Sebab, sekolah mereka adalah sekolah umum yang menerima murid dari berbagai latar belakang agama, bukan hanya muslim. Sejak mengumumkan secara resmi pencalonannya sebagai presiden pada pemilihan presiden (pilpres) AS 2008, Obama langsung mendapat “serangan” dari musuh-musuh politiknya. Melalui internet, televisi, dan media cetak, senator dari Negara Bagian Illinois itu dituduh pernah mendapat pendidikan Islam radikal di Indonesia. Tuduhan itu berdasar pada temuan bahwa Obama pernah sekolah di sebuah sekolah Islam, madrasah, di Indonesia. Salah satu yang getol menyerang alumnus Harvard Law School 1988 itu adalah jaringan berita Fox News Channel milik konglomerat media Rupert Murdoch.

Dalam wawancara dengan Associated Press (AP) kemarin, Kepala SDN Menteng I Jakarta Akmad Solikhin mengakui, berdasar data sekolah, memang benar bahwa Obama pernah menuntut ilmu di sekolahnya.

Untuk memperkuat keterangannya, Solikhin menunjukkan dokumen berupa formulir biodata yang mencatat data Obama saat mendaftar di sekolah tersebut. Dalam data itu, nama senator kulit hitam dalam sejarah AS tersebut tertulis Barry Soetoro, anak Lulu Soetoro, pegawai dinas geografi yang beralamat di Menteng Dalam RT 007/RW 03. Tempat dan tanggal lahir Obama tertulis Honolulu 4-8-61. Disebutkan pula bahwa kewarganegaraan Obama adalah Indonesia dan beragama Islam.

Solikhin membantah tegas saat ditanya tentang dugaan adanya pelajaran Islam radikal. Dia menegaskan bahwa SDN Menteng I menerima murid dari semua latar belakang agama sejak sekolah itu berdiri jauh sebelum Obama sekolah di sana pada 1968.

“Tuduhan itu sama sekali tidak berdasar,” tegas Solikhin. “Memang betul, sebagian besar murid kami adalah muslim, namun murid Kristen juga kami terima dengan baik. Semua anak bisa sekolah di sini. Sebab, kami adalah sekolah umum,” tambahnya.

Keterangan Solikhin tersebut diperkuat dengan pengakuan Iis Darmawan, 63. Mantan guru Obama di taman kanak-kanak itu mengungkapkan bahwa dia ingat betul profil Obama saat anak-anak. “Dia seorang anak yang tinggi dengan rambut keriting dan memiliki kemampuan belajar cepat bahasa lokal serta mahir dalam pelajaran matematika. Bahkan, saya ingat, saat itu dia pernah membuat karangan berjudul I Want To Become President,” cerita Iis.
SDN Menteng I dikenal sebagai salah satu SD elite di Jakarta. Mayoritas wali murid SD tersebut berasal dari kelompok masyarakat menengah atas. Bahkan, kabarnya, cucu mantan Presiden Soeharto juga bersekolah di sana.

Solikhin yang dengan bangga menunjukkan foto Obama saat masih sekolah di SDN Menteng I itu berharap tuduhan terhadap Obama segera berakhir. “Kami bangga pernah memiliki murid seperti Obama. Dan saya harap jika dia terpilih sebagai presiden, hubungan AS dengan Indonesia semakin kuat dan dia mampu memberikan perspektif baru terhadap Islam,” paparnya.

Sri Murtiningsih, yang juga pernah menjadi guru Obama dan telah mengajar di SDN Menteng I selama 39 tahun, mengungkapkan, dirinya memiliki ingatan kuat bahwa Obama adalah seorang anak kecil yang kidal. “Seperti murid lainnya, dia mengikuti kurikulum standar seperti matematika, pelajaran menulis, bahasa Indonesia, serta dalam satu minggu menerima dua kali pelajaran agama dan olahraga,” terangnya.

Murtiningsih menceritakan, tetangganya berlari ke rumahnya saat melihat di televisi bahwa salah satu muridnya maju menjadi kandidat presiden AS. “Mereka berteriak, muridmu akan menggantikan Bush. Air mata saya langsung menetes mendengarnya,” ungkapnya.
Selain menelusuri ke bekas sekolah Obama dan para mantan gurunya, AP juga mengonfirmasi ke Departemen Agama (Depag) tentang status sekolah Obama di Indonesia. Sutopo, juru bicara Depag, menyatakan, klaim bahwa Obama belajar di sekolah muslim radikal sama sekali tidak berdasar. “SDN Menteng I adalah sebuah sekolah umum yang diperuntukkan bagi semua orang dari beragam agama,” jelasnya. “Sebelumnya, dia belajar di Fransiskus Assisi yang memang jelas-jelas sekolah Katolik,” tambahnya.

Mengutip situs ensiklopedi maya, Wikipedia, Obama lahir di Honolulu, Hawaii. Ayahnya adalah Barack Hussein Obama Sr., kelahiran Alego, sebuah desa di Provinsi Nyanza, Kenya, dan ibunya Ann Dunham, perempuan kelahiran Wichita, Kansas. Pada saat Obama berumur dua tahun, kedua orang tuanya bercerai. Ayahnya melanjutkan studi di Harvard untuk mengambil gelar PhD dan selanjutnya pulang kembali ke Kenya. Sedangkan ibunya menikah lagi dengan pelajar asing asal Indonesia, Lulu Soetoro.

Oleh keluarga barunya, Obama dipindah ke Jakarta dan tinggal selama empat tahun. Dia kembali ke Hawaii dan tinggal bersama keluarga kakeknya. Ayah Obama meninggal dunia akibat tabrakan mobil di Kenya saat Obama berumur 21 tahun. Sedangkan ibunya meninggal beberapa bulan setelah Obama menerbitkan buku biografi yang membuat dia sangat populer pada 1995, Dreams from My Father.

Keputusan Barack Obama menjadi kandidat presiden untuk Pemilu 2008 disambut dengan antusias oleh kubu Demokrat maupun Republik. Dia dianggap mewakili generasi baru politisi AS yang akan membawa gagasan segar. Pencalonannya juga akan menandai “ditutupnya” sejarah panjang rasisme di negeri itu.

Bukan karena latar belakangnya yang kompleks (ayah kulit hitam, ibu kulit putih, dan masa kecil sebagian di Indonesia) yang membuat tokoh itu begitu menarik. Menurut editorial The Washington Post (18/1), janjinya untuk mengubah paradigma politik AS -yang oleh para pemilih dinilai “penuh dengan politik partai dan politik rasial”- membuat rakyat AS antusias. “Obama mencerminkan harapan rakyat AS, entah benar atau tidak, bahwa negara ini telah sampai pada satu titik, yaitu mengatasi sejarah rasisme,” tulis Washington Post. Jika Obama terpilih sebagai presiden, akan tercipta sejarah baru; untuk kali pertama presiden AS dijabat warga berkulit hitam.

Banyak pendukung Obama di Partai Demokrat AS khawatir nasib Obama akan sama dengan John Kerry yang gagal membendung kritik saat pencalonannya sebagai kandidat presiden pada 2004 dengan menantang Presiden George W. Bush. Sebuah kelompok yang berhubungan dengan kelompok konservatif, Swift Boat Veterans for Truth, menuding bahwa Kerry tidak berhak mendapat medali Perang Vietnam. Tekanan itu membuat Kerry mengambil keputusan paling penting dalam karirnya kemarin, dengan menyatakan tidak maju lagi dalam Pilpres 2008.
Mendapat serangan atas masa lalunya, Obama tidak tinggal diam. Dalam acara Today di jaringan TV NBC kemarin, dia menyatakan laporan tentang masa lalu pendidikan kanak-kanaknya sebagai tuduhan yang terburu-buru dan menggelikan. “Saya memang pernah tinggal di Indonesia dan belajar di sebuah sekolah pada umur 7 dan 8 tahun. Tidak ada yang aneh, seperti banyak yang dilakukan oleh orang AS,” ujar Obama. Serangan balik Obama itu dinilai pengamat politik AS sebagai sinyal bahwa Obama akan berjuang untuk melindungi reputasinya dalam kampanye presiden.

Direktur Komunikasi Tim Kampanye Obama, Robert Gibbs, langsung mengirimkan e-mail ke media untuk melawan tuduhan itu. “Kami tidak sama dengan dia (Kerry, Red),” ujar Robert Gibbs. “Kami yakin tuduhan itu mereda dengan sendirinya. Sebab, hal itu memang tidak benar.”
Mengenai tulisan di dokumen biodata Obama di SDN Menteng I yang mencatat senator Obama beragama Islam, Gibbs menyatakan tidak tahu hal itu. “Senator Obama tidak pernah menjadi seorang muslim,” tegasnya. “Pada umur 6 tahun, dia ada di sekolah Katolik dan dia belajar sebagai seorang Kristen,” ujarnya. Saat ini senator Obama adalah anggota United Church of Christ. (ap/wikipedia/kim/jp/aji)

Tidak ada komentar: